DINAS Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel melalui Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) mendirikan Radio Suara Edukasi Banua

 

KEPALA BTIKP Kalsel H Syamsi Riduan mengungkapkan, radio edukasi dalam upaya mendukung sistem pembelajaran berbasis TIK secara interaktif serta atraktif untuk memperluas informasi seputar dunia pendidikan nasional.

Selain itu, lanjutnya, radio edukasi juga untuk menyajikan materi pembelajaran berbasis radio mengenai informasi kegiata-kegiatan yang berhubungan dengan dunia pendidikan.

“Saat ini perkembangan informasi dan Komunikasi memberikan peluang baru kepada dunia pendidikan untuk mengembangkan model-model pembelajaran baru untuk menutupi kelemahan-kelemahan yang ada dari pelaksanaan pembelajaran tatap muka,” tuturnya.

Ia mengatakan, pembelajaran tatap muka tidak dapat digantikan oleh model-model pembelajaran apapun, karena peserta didik dapat langsung nemperoleh penjelasan jika mengalami kesulitan. Namun demikian, bukan berarti pembelajaran tatap muka tidak  memiliki kelemahan.

Kelemahan utama pembelajaran tatap muka teletak pada proses yang hanya dapat dilaksanakan dalam jangka waktu pendek yang telah ditentukan, sehingga proses transfer ilmu pengetahuan dibatasi oleh ruang dan waktu, serta sangat bergantung pada keberadaan guru sebagai penyampai ilmu pengetahuan.

“Dengan berkembang teknologi dan komunikasi, diharapkan layanan pendidikan oleh satuan pendidik akan menjadi lebih baik sehingga proses pembelajaran lebih efektif,  salah satunya dengan adanya Radio Suara Edukasi Banua ini,” harapnya.

(Sumber : (jejakrekam)