SLB-C Peringati Sumpah Pemuda Hadirkan Penerjemah Bahasa Isyarat

 

Banjarmasin, BARITO – Sekolah Luar Biasa (SLB-C) Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan melakukan inovasi saat pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dengan menghadirkan penerjemah Bahasa Isyarat. Kegiatan tersebut dirangkai dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018 bertempat di halaman sekolah setempat, Senin (29/10).

Para siswa-siswi anak berkebutuhan khusus (ABK) dari tingkatan TK hingga SMA dan tenaga pendidik di SLB-C itu dipimpin Kepala Sekolah Hj Rosita Sari, yang bertindak sebagai inspektur upacara dan penuh khidmat melaksanakan upacara bendera sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut.

Pemandangan menarik dari rangkaian kegiatan tersebut, terlihat

para guru yang mengajar di sekolah khusus itu menggunakan bahasa isyarat, agar para siswa-siswinya, yang berjumlah 225 orang dapat memahami saat berlangsungnya rangkaian proses pelaksanaan upacara pengibaran bendera, yang dirangkai peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Inovasi dalam pelaksanaan upacara bendera itu diungkapkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SLB-C, Ratna Juwita Rini kepada wartawan.

“Pertamakalinya pelaksanaan upacara bendera menghadirkan penerjemah bahasa isyarat,” ujar Ratna Juwita Rini.

Ratna mengatakan, dihadirkannya penerjemah bahasa isyarat ini tujuannya agar anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB-C ini saat mengikuti upacara bendera, mereka juga mengerti apa yang disampaikan saat kegiatan itu berlangsung.

“Setiap pelaksanaan upacara bendera yang kami laksanakan, maka penerjemah bahasa isyarat ini nantinya akan dihadirkan,” tutur Ratna.

Ratna menambahkan, anak-anak kebutuhan khusus ini juga diajarkan agar mereka mengerti bagaimana perjuangan pemuda tempo dulu, yang berhasil menyatukan bangsa Indonesia ini. Sehingga diperlukan kehadiran penerjemah bahasa isyarat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalsel.

“Kepada anak-anak kebutuhan khusus, kami sampaikan dengan bahasa yang sederhana, agar mereka memahami makna dari peringatan Hari Sumpah Pemuda,” ucapnya.

Senada, Kepala SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalsel Hj Rosita Sari mengatakan, anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB-C Negeri Pembina ini sebenarnya memerlukan tindakan nyata, tujuannya agar mereka itu lebih memahami dan mengerti apa itu Hari Sumpah Pemuda.

“Tindakan nyata dimaksud, ya kami menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda dilingkungan sekolah,” ujar Rosita.

Tak lupa pujian disampaikan Rosita kepada para petugas upacara, menurutnya mereka telah berhasil melaksanakan tugas dengan menampilkan pelaksanaan upacara bendera peringatan Hari Sumpah Pemuda ini dihadapan ratusan anak-anak berkebutuhan khusus.

“Anak-anak berkebutuhan khusus ini semoga bisa mengerti apa itu Hari Sumpah Pemuda,” harapnya.

(Sumber : http://www.baritopost.co.id . sop)