Tekan Tindak Kekerasan di Sekolah Melalui Guru BK

KASUS kekerasan yang melibatkan guru dan siswa seakan tidak akan pernah berhenti. Belum lama ini kita dihebohkan dengan sebuah video seorang siswa yang sengaja melakukan tindakan perundungan terhadap guru yang bernama Nur Kalim di salah satu SMP di Gresik, Jawa Timur.

DALAM adegan video tersebut, diketahui siswa sedang menantang gurunya dengan sengaja merokok di hadapan gurunya. Setelah gurunya menegur, ia pun menantang gurunya berkelahi dengan mencekik leher sang guru. Namun, guru tersebut tidak melakukan perlawanan terhadap siswanya.

Kejadian buram pendidikan Indonesia menjadi keprihatinan banyak pihak salah satunya Wakil Rektor I Uniska Jarkawi. Menurutnya, ini merupakan bukti terjadinya dekadensi moral remaja. “Kejadian kekerasan di lingkungan sekolah belakangan waktu, saya kira perlu untuk meningkatkan peran dan fungsi bimbingan konseling (BK),” kata Jarkawi.

Pakar pendidikan ini menilai, keberadaan guru BK di sekolah bisa memonitor perkembang mental dan karakter siswa sehingga kekerasan di lingkungan sekolah dapat diminimalisir. “Kita di pendidikan BK mengajarkan kepada calon guru bagaimana  menghadapi siswa yang bandel untuk memperbaiki sikap dan karakternya,” ungkap Jarkawi.

Ia menganggap masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak, jika salah arah berujung kepada perilaku siswa yang menjerumus kepada kekerasan dan salah pergaulan.

Namun Jarkawi menilai di beberapa sekolah di Kalsel justru tugas konseling diberikan kepada guru yang latar belakangnya bukan di bidang konseling. ”Bahkan ada beberapa kalangan yang menyebut posisi guru BK tidak terlalu penting sehingga dianggap tidak diperlukan dalam dunia pendidikan,” papar Jarkawi.

Ia berpendapat posisi guru BK sama pentingnya dengan guru mata pelajaran. “Kalau guru mata pelajaran tertentu fokus terhadap pengembangan kognitif dan klasikal, kemudian BK fokus kepada pengembangan karakter dan mental, sehingga siswa selain diajarkan keilmuan juga ditanamkan sikap yang positif,” tandas Jarkawi.

Sumber : (jejakrekam)